5 Game Ini Ajak Pemain Peduli Badak Jawa & Satwa Langka Asia Tenggara

Oleh Muhammad Faisal Hadi Putra • 16 jam yang lalu

Highlight Artikel

  • Developer game dari Asia Tenggara mengangkat isu satwa terancam punah di kawasan ini melalui game di App Store dalam kampanye ‘Southeast Asia Games Come Home 2026’.
  • Kampanye ini, yang juga merayakan World Animal Day, bertujuan mengenalkan satwa yang perlu dilindungi dan menyadarkan bahwa lingkungan adalah rumah bersama satwa.
  • Lima developer terlibat dengan game unik: Submarine Quest (Thailand - dugong), Climb Knight (Filipina - tarsius), That’s My Balloon! (Singapura - satwa terancam punah seperti badak Jawa), BagMaster: Isekai (Vietnam - saola), dan My Little Village (Vietnam - burung bangau Sarus).

Uzone.id - Sejumlah developer dari Asia Tenggara mengangkat isu satwa terancam punah di kawasan ini di dalam game-nya. Konten-konten tersebut bisa dijajal langsung oleh para pengguna ekosistem Apple lewat kampanye di App Store bertajuk ‘Southeast Asia Games Come Home 2026’.

Dalam kampanye ini, Apple mengajak developer game dari Asia Tenggara untuk mengenalkan satwa yang perlu dilindungi dari negara asal mereka. Kampanye tersebut juga dilakukan untuk merayakan World Animal Day, di mana ‘rumah’ tak cuma dimaknai sebagai tempat manusia tinggal, tapi juga lingkungan yang dihuni bersama satwa di sekitarnya.

Ada lima developer yang terlibat, yakni Khaolam Interactive asal Thailand lewat game Submarine Quest, Darius Immanuel Guerrero dari Filipina dengan game Climb Knight, Vikas Pawar dari Singapura dengan game That’s My Balloon!, Binh Diep dari Vietnam lewat game BagMaster: Isekai, serta Thong Nguyen dari COROCHTI yang juga berasal dari Vietnam dengan game My Little Village. 

Satwa langka masuk ke gameplay


Di Submarine Quest, kalian sebagai pemainnya bakal diajak membantu populasi dugong yang jumlahnya terus berkurang di sepanjang pesisir Thailand. Di sini, kalian harus menggabungkan berbagai persediaan, kemudian mengirimkan bantuan kepada mamalia laut tersebut menggunakan kapal selam.

Book dan Toon dari Khaolam Interactive mengatakan, konten ini dibuat untuk meningkatkan kepedulian para pemain terhadap kondisi dugong di perairan Asia Tenggara. 

“Dugong benar-benar terancam punah di perairan Asia Tenggara, dan kami ingin meningkatkan kesadaran mengenai kondisi mereka. Kami menyadari kalau gameplay dapat dirancang untuk menyampaikan hal tersebut secara alami, sehingga pemain mengetahui kondisi dugong hanya dengan bermain,” kata keduanya, dalam keterangan pers yang kami terima.

Khaolam Interactive menjelaskan, sebagian besar makhluk laut yang digambar dalam game tersebut berdasarkan satwa sungguhan. 

“Selain itu, pemain juga akan menikmati perolehan berbagai hadiah kosmetik bertema dugong di sepanjang permainan,” kata Book dan Toon. 


Kemudian ada Climb Knight, game arcade bergaya retro asal Filipina. Lewat konten khusus yang dihadirkan, pemain dapat bertemu dengan tarsius, primata berukuran kecil yang menjadi salah satu satwa khas negara tersebut.

Sementara di That’s My Balloon!, kalian harus menguji refleks dengan memecahkan balon yang tepat. Namun, ketika balon bergambar satwa terancam punah muncul, kalian harus membiarkannya terbang.


Developer That’s My Balloon!, Vikas Pawar, sengaja membalik aturan utama dalam game tersebut untuk menyampaikan pesan perlindungan satwa tanpa mengubah gameplay-nya secara keseluruhan.

“Ketika balon bergambar satwa terancam punah muncul, alih-alih memecahkannya, pemain harus membiarkannya pergi. Saya pikir itu cara yang menyenangkan dan alami untuk membawa pesan tersebut ke dalam game, sembari mempertahankan gameplay sederhana yang disukai pemain,” jelasnya.

Selain mengejar skor tertinggi, kalian juga bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai satwa terancam punah di Asia Tenggara, termasuk badak Jawa.

Kenalkan satwa langka asal Vietnam


Lain lagi dengan BagMaster: Isekai. Game bergaya roguelike battle RPG tersebut menghadirkan saola, salah satu satwa paling langka di Vietnam yang dijuluki sebagai ‘unicorn Asia’.

Di game ini, kalian bisa mengunjungi suaka margasatwa dan membawa saola sebagai karakter pendampingnya. Saola juga diberikan serangkaian skill khusus yang dapat digunakan selama permainan.

Developer BagMaster: Isekai, Binh Diep, mengatakan timnya sudah lama ingin memasukkan lebih banyak unsur Vietnam ke dalam game dan mengenalkannya kepada pemain dari berbagai negara.

“Saola memiliki penampilan yang sangat khas dan merupakan salah satu satwa paling langka di Vietnam. Kami percaya desainnya yang kuat sekaligus menggemaskan, ditambah serangkaian kemampuan unik di dalam game, akan membawa sesuatu yang segar dan menyenangkan,” katanya.

Binh mengaku, pertama kali tau tentang saola dari kegiatan peningkatan kesadaran di Vietnam. Ia juga mengingat kalau hewan tersebut pernah dijadikan maskot SEA Games ke-31 di Vietnam.

Meski begitu, ia menilai masih belum banyak yang tau tentang saola di luar Vietnam. Binh berharap kehadirannya di BagMaster: Isekai dapat membuat lebih banyak pemain penasaran dan tertarik mengenal satwa tersebut.


Kemudian di My Little Village yang mengajak kalian untuk merawat burung bangau Sarus yang menjadi bagian penting dari ekosistem di Vietnam. Burung ini datang dan pergi setiap tahun, sekaligus membantu para petani merawat tanaman.

Dalam game simulasi desa tersebut, kalian harus menyelamatkan burung bangau Sarus, kemudian melepaskannya kembali ke area persawahan.

Dijelaskan Thong Nguyen, burung bangau Sarus akan menjadi bagian permanen dari My Little Village. Dan tugas pemainnya bukan sekadar membangun kawasan tempat tinggal dan merawat penduduk, tapi juga menjaga alam serta satwa di sekitarnya.

Saat kondisi lingkungan semakin sehat, burung bangau Sarus akan perlahan kembali ke persawahan dan lebih sering terlihat di dalam game.

“Bagi kami, melihat satwa kembali ketika desa menjadi semakin hijau dan nyaman untuk ditinggali merupakan salah satu hadiah yang paling bermakna,” ujar Thong.

Selain burung bangau Sarus, COROCHTI juga ingin mengenalkan satwa Vietnam lainnya yang membutuhkan perlindungan, seperti saola di kawasan hutan dan penyu sisik di laut.

Thong menilai, membangun lingkungan yang nyaman tidak cukup dengan menambah rumah atau merawat penduduknya saja. Alam dan habitat satwa juga perlu dijaga agar manusia dapat terus hidup berdampingan dengan satwa liar.

Untuk mencoba game-game khusus World Animal Day ini, kalian bisa mengunjungi App Store atau mengakses link berikut ini. 

FAQ Artikel

Apa nama kampanye yang diinisiasi Apple untuk isu satwa terancam punah di game Asia Tenggara?

Kampanye tersebut bertajuk ‘Southeast Asia Games Come Home 2026’ dan tersedia di App Store.

Mengapa Apple mengadakan kampanye ‘Southeast Asia Games Come Home 2026’?

Kampanye ini bertujuan untuk merayakan World Animal Day, mengenalkan satwa yang perlu dilindungi dari negara asal developer, dan menyadarkan bahwa lingkungan adalah rumah bagi satwa.

Game apa saja yang terlibat dalam kampanye ini dan satwa apa yang mereka angkat?

Beberapa game yang terlibat adalah Submarine Quest (dugong), Climb Knight (tarsius), That’s My Balloon! (satwa terancam punah termasuk badak Jawa), BagMaster: Isekai (saola), dan My Little Village (burung bangau Sarus).

Bagaimana cara game That’s My Balloon! menyampaikan pesan perlindungan satwa?

Pemain harus menguji refleks untuk memecahkan balon yang tepat, namun ketika balon bergambar satwa terancam punah muncul, pemain justru harus membiarkannya terbang.

Satwa langka apa yang dijuluki ‘unicorn Asia’ dan ditampilkan di game?

Saola, salah satu satwa paling langka di Vietnam, dijuluki ‘unicorn Asia’ dan dihadirkan sebagai karakter pendamping di game BagMaster: Isekai.