Dana Rp300 Miliar Siap Guyur Timnas di Esports Nations Cup 2026

Oleh Muhammad Faisal Hadi Putra • 4 bulan yang lalu

Uzone.id - Setelah sukses dengan kompetisi antarklub, Esports World Cup Foundation (EWCF) memperkenalkan struktur perwakilan tim nasional untuk ajang Esports Nations Cup (ENC) 2026 yang bakal digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada November mendatang.

Berbeda dengan turnamen antarklub, ENC fokus mempertemukan perwakilan negara dalam format kompetisi rutin yang terstruktur. 

EWCF pun mulai membuka pendaftaran bagi National Team Partners atau mitra resmi untuk timnas di masing-masing negara. Pihak yang terpilih nantinya akan memegang lisensi resmi untuk membangun dan mewakili tim eSports negara mereka di kancah internasional . 

Tanggung jawab mitra ini terbilang luas, karena mencakup pengelolaan tim, penunjukan manajer, hingga pemasaran untuk membangun basis penggemar.



Bahkan, untuk mendukung operasional tim, EWCF menyiapkan dana pengembangan ENC dengan komitmen pendanaan minimal USD20 juta atau lebih dari Rp300 miliar per tahun mulai 2026. Dana ini dialokasikan untuk menanggung biaya logistik dan perjalanan tim nasional selama kompetisi.

Lebih dari sekadar akomodasi, dana tersebut juga bisa digunakan mitra untuk menjalankan aktivitas promosi. Sokongan dana ini pun mencakup pendanaan untuk program pelatihan, bootcamp, pertandingan persahabatan, tur tim nasional, hingga acara nonton bareng dan kehadiran tim di berbagai event gaming besar. 

“Tujuan dari Esports World Cup Foundation adalah mengangkat esports dan menjadikannya berkelanjutan,” ujar Ralf Reichert, CEO Esports World Cup Foundation, dalam keterangan resmi yang kami terima. 

Menurutnya, lewat pendaftaran ini, mereka mengajak mitra tepercaya untuk bersama-sama menentukan bagaimana tiap negara akan diwakili, tentu dengan sistem yang adil bagi pemain maupun penggemar. 

“Esports Nations Cup merupakan langkah alami yang diambil dalam perjalanan tersebut,” jelasnya. 

Peluang menjadi mitra ENC ini terbuka cukup luas, mulai dari organisasi eSports, klub, agensi, asosiasi olahraga, hingga lembaga pemerintah yang punya hubungan erat dengan ekosistem lokal. Pendaftarannya sendiri sudah bisa diakses melalui situs resmi Esports Nations Cup dan akan ditutup pada 31 Januari 2026 mendatang. 

Format ketat ENC 2026


Soal format pertandingannya, ENC 2026 akan menampilkan 16 judul game yang digelar selama empat minggu penuh, baik kategori tim maupun solo-player.

Skalanya terbilang masif. Pada babak final, kompetisi berbasis tim akan menghadirkan 24 hingga 48 tim nasional untuk setiap game. Sementara untuk kategori solo, slotnya tersedia bagi 32 hingga 128 pemain.

Demi menjaga persaingan yang seimbang, setiap negara hanya akan diwakili oleh satu timnas di setiap game, serta maksimal dua pemain untuk judul game solo.

Namun, pada beberapa game tertentu, jalur kualifikasi dapat memungkinkan lebih dari satu tim atau pemain dari negara yang sama untuk bertanding di tahap awal, guna menentukan perwakilan nasional resmi. 

Nantinya, setengah dari total peserta akan menerima undangan langsung berdasarkan performa kompetitif para pemain di negara masing-masing sepanjang musim. Sementara sisanya, harus berjuang melalui kualifikasi regional terbuka secara online.



Ada satu syarat penting di ENC 2026, yakni timnas eSports masing-masing negara harus dibentuk dari gabungan pemain terbaik yang terpisah-pisah.

Artinya, tim dengan pemain yang seluruhnya berasal dari satu klub yang sama tidak diizinkan mewakili negara. Pendekatan ini sengaja diambil untuk memastikan timnas benar-benar disusun berdasarkan prestasi individu dan identitas nasional, bukan sekadar meniru struktur klub yang sudah ada.

Terakhir, seluruh tim dan pemain yang lolos ke babak final ENC dijamin akan memainkan minimal tiga pertandingan. Kebijakan ini memberikan ruang bagi mereka untuk unjuk gigi lebih lama sekaligus membangun basis penggemar yang lebih solid, sehingga tidak langsung pulang di babak awal.

ENC edisi pertama akan digelar di Riyadh pada bulan November 2026, sebelum kemudian beralih untuk diadakan di kota-kota lain secara bergantian sebagai tuan rumah dan akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali.