Developer Game Lokal Kantongi Potensi Rp1,1 Triliun di IGDX 2025

Oleh Muhammad Faisal Hadi Putra • 7 bulan yang lalu

Uzone.id - Industri game Indonesia kembali unjuk gigi di panggung dunia lewat perhelatan Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 yang berlangsung di Bali. Lewat ajang ini, potensi bisnis senilai USD75 juta atau setara Rp1,1 triliun berhasil tercipta untuk para developer game lokal.

IGDX 2025 sukses mempertemukan ratusan developer game dalam negeri dengan para raksasa industri, mulai dari penerbit, investor, hingga media internasional. Mengusung tema ‘Accelerating Southeast Asia’s Creative Power’, IGDX menegaskan ambisi Indonesia untuk menjadi pusat kekuatan industri game di Asia Tenggara.

“Hari ini, kita tidak hanya menyelenggarakan konferensi, tetapi juga menegaskan kembali keyakinan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara telah menjadi pusat baru inovasi kreatif dan digital global,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, saat membuka IGDX Conference 2025, Sabtu (11/10).



Saat ini, lanjut Meutya, kontribusi industri game terhadap perekonomian nasional tak boleh lagi dipandang sebelah mata. Sektor ini menyumbang sekitar Rp71 triliun per tahun, didukung oleh lebih dari 2.000 developer dan penerbit yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Pencapaian ini tak lepas dari semangat gotong royong yang membentuk ekosistem digital Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa industri game kini telah menjadi penggerak utama ekonomi kreatif digital nasional,” tegasnya.

Mendukung pernyataan tersebut, menurut data Komdigi, Indonesia kini menempati peringkat keempat dunia dengan lebih dari 154 juta pemain game, atau setara dengan 40 persen dari total pemain di seluruh Asia Tenggara. 

Angka ini menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai pasar besar, tetapi juga sebagai produsen konten digital yang tumbuh pesat.

Ekosistem lengkap untuk tembus pasar global


Sejak 2021, program IGDX telah memfasilitasi lebih dari 3.500 pertemuan bisnis. Ini semua berkat ekosistem lengkap yang dibangun melalui berbagai program turunan seperti IGDX Bootcamp, Academy, Career, dan Business. 

Rangkaian program ini menjadi wadah pembelajaran bagi para kreator muda untuk belajar, berkolaborasi, dan akhirnya menembus pasar dunia.

“IGDX membangun ekosistem lengkap yang melibatkan semua pelaku industri game dari berbagai latar belakang,” kata Meutya.

“Dari Bali, kita kirimkan pesan kepada dunia bahwa inilah saatnya Asia Tenggara bangkit sebagai kekuatan kreatif global. IGDX adalah bukti nyata bahwa kolaborasi bisa menjadikan Indonesia pemimpin di industri game,” tutup Meutya.



IGDX 2025 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2025 juga menampilkan pameran karya pengembang game lokal, pelaku industri kreatif digital, komunitas, perguruan tinggi, serta mitra dari negara sahabat.

Selain itu, berbagai forum diskusi dan sesi bisnis digelar untuk memperkuat koneksi antara pelaku industri nasional dan global.