Geber Simulator F1 Cuma Perlu Laptop Tipis Bertenaga Snapdragon

Oleh Muhammad Faisal Hadi Putra • 8 bulan yang lalu

Maui, Hawaii, Uzone.id - Di antara berbagai pengumuman teknologi canggih nan teknis di Snapdragon Summit 2025, Qualcomm juga menyajikan sebuah area khusus buat ‘senang-senang’, namanya Snapdragon Interactive Zones. Di sini pengunjung dapat merasakan langsung ekosistem perangkat bertenaga chip Snapdragon, salah satunya ‘The Speed Zone by Mercedes-AMG Petronas F1 Team’.

Sesuai namanya, di zona ini kami ditantang untuk menjadi pembalap F1, lengkap dengan setup simulator dari Moza yang dibuat sedemikian rupa agar persis seperti kokpit mobil F1 tim mercedes. 




Posisi duduknya yang nyaris rebah, setir balap dengan segudang tombol, pedal gas dan rem yang presisi, hingga paddle shift, semuanya kayak jadi pembalap F1 beneran.


Saat balapan dimulai, sensasinya juga dibuat seperti nyata. Mobil susah dikendalikan, mudah melintir, bahkan setiap kali mobil melindas kerb atau berakselerasi, getaran langsung terasa di kursi.

Belum lagi setirnya memberikan perlawanan yang berat, persis seperti mengendalikan mobil balap sungguhan. Ya, intinya memberikan pengalaman yang imersif.


Namun, di balik pengalaman simulator yang maksimal, yang sebenarnya menarik perhatian adalah ‘mesin’ di balik simulator ini. Ternyata, game balap Assetto Corsa yang harusnya menuntut spesifikasi tinggi, tidak dijalankan pada PC atau laptop gaming bongsor, melainkan cuma laptop ringkas Asus Vivobook S15.



Laptop ini ditenagai prosesor Snapdragon X Elite, chipset yang memang selama ini dikenal untuk laptop tipis dan ringan, yang bukan saja kencang, tapi juga memiliki efisiensi daya yang tinggi. 


Sepanjang permainan, sama sekali tidak merasakan adanya lag atau penurunan frame rate. Grafisnya tajam, responsnya instan, dan semuanya berjalan sangat mulus. 

Lalu, bagaimana catatan waktu kami? Di zona ini, Qualcomm memang kasih tantangan yang berat, yakni harus memecahkan rekor waktu putaran dari Valtteri Bottas, driver ketiga dari Mercedes-AMG Petronas F1 Team.

Catatan waktunya di sirkuit Monza adalah 1 menit 24 detik. “Bisa finish saja sudah syukur deh,” pikir kami. Ya tentu saja bukan tugas yang mudah mengalahkan catatan waktu pembalap F1 beneran, kan?


Setelah berjuang keras dan beberapa kali keluar lintasan, catatan waktu terbaik hanya di 1 menit 44 detik. Jauh dari kata memuaskan, tapi cukup untuk merasakan adrenalin seorang pembalap F1.