Jajal Duluan Honor of Kings: World Alpha Test, Ini Review Awal Kami
Highlight Artikel
- Honor of Kings: World dikembangkan sebagai game multiplayer action RPG berlatar fantasi oriental.
- Sistem pertarungan Flow Styles menjadi daya tarik utama dengan mekanisme pergantian class, parry, dan perfect dodge.
- Spesifikasi PC untuk versi Alpha Test tergolong berat, membutuhkan RAM 24 GB dan penyimpanan 100 GB.
- Game ini akan dirilis secara free-to-play untuk PC, iOS, dan Android dengan dukungan fitur lintas platform.
Uzone.id - Setelah kami sempat mencoba versi Alpha Test-nya, Honor of Kings: World bukan sekadar Honor of Kings (HoK) versi MOBA yang dipaksa menjadi game open-world. Game ini membawa semesta dan beberapa karakter dari Honor of Kings, tapi konsep permainannya benar-benar dibuat berbeda.
TiMi Studio Group mengembangkan Honor of Kings: World sebagai game multiplayer action RPG dengan latar fantasi oriental.
Kami sebagai pemainnya diajak menjelajahi Primaera sebagai seorang Flowborn, memulai perjalanan dari Jixia Academy sebelum bertemu berbagai karakter, monster, sampai bos berukuran besar.
Info saja, Honor of Kings: World versi Alpha Test bisa dijajal di Indonesia, Amerika Serikat (AS), Kanada, Jerman, Inggris, Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Dan namanya juga Alpha Test, seluruh progres pemain akan dihapus setelah pengujiannya selesai. Versi ini juga belum mewakili kualitas game ketika diluncurkan nanti.
Jelajah Dunia Primaera bergaya China kuno
Honor of Kings: World punya lingkungan yang beragam, dari pemukiman bergaya China kuno, hutan, padang rumput, sampai area penuh reruntuhan dengan monster berukuran besar.
Layaknya game open world, tentu TiMi Studio tak membiarkan map luas Primaera kosong. Ada NPC, hewan, monster, material yang dapat dikumpulkan, serta beberapa aktivitas di sepanjang perjalanan.
Visualnya juga menjadi salah satu bagian yang menurut kami paling menarik. Permainan cahaya, detail bangunan, pepohonan, sampai efek partikel ketika bertarung terlihat oke. Desain dunianya terasa penuh warna, tapi tetap punya identitas fantasi oriental yang kuat.
Eksplorasinya juga nggak melulu berakhir dengan pertarungan. Pemain dapat mengumpulkan material, crafting, sampai farming.
Cuma karena durasi Alpha Test yang terbatas, kami belum bisa menilai seberapa dalam aktivitasnya. Belum kelihatan juga apakah mekanisme di luar pertarungan nantinya memang penting untuk progress karakter, atau sebatas selingan dari misi utama yang memang harus diselesaikan.
Bawa sistem Flow Styles
Kalau ada bagian yang bikin kami ingin memainkan Honor of Kings: World lebih lama, jawabannya adalah sistem combat-nya yang disebut Flow Styles.
Pemain dapat memilih dua class yang mewakili gaya bertarung berbeda, kemudian berpindah di antara keduanya saat bertarung. Masing-masing Flow Styles punya senjata, rangkaian serangan, dan fungsi yang berbeda. Ada juga class yang lebih mengandalkan damage, support, hingga evasion atau kemampuan dalam menghindar.
Pemain dapat menyusun serangan menggunakan Flow Style pertama, kemudian beralih ke gaya lainnya untuk meneruskan combo. Sistem tersebut membuat pertarungannya makin seru dan tidak monoton.
Honor of Kings: World juga punya mekanisme parry dan perfect dodge. Pemain harus membaca gerakan lawan, menangkis serangan pada waktu yang tepat, atau menghindar sesaat sebelum serangannya mengenai karakter.
Beberapa serangan yang berhasil dihindari bakal memberikan kesempatan buat melakukan serangan balik. Ada juga semacam stagger meter yang dapat diisi dengan terus menyerang musuh. Setelah penuh, pemain dapat melancarkan serangan eksekusi dengan damage lebih besar.
Timing-nya memang perlu dibiasakan. Cuma ketika berhasil melakukan parry atau menghindari serangan besar, rasanya cukup memuaskan. Apalagi saat melawan bos dengan ukuran besar dan pola serangan yang terus berubah.
Game ini juga mendukung pertarungan co-op. Pemain dapat menjelajahi Primaera dan menghadapi bos bersama tiga pemain lainnya.
Spek buat PC lumayan berat
Walau kesan awalnya menjanjikan, tetap ada beberapa hal yang belum bisa dinilai secara penuh. Konten cerita yang tersedia masih terbatas, begitu pula jumlah area, variasi musuh, keseimbangan karakter, serta aktivitas setelah cerita utamanya selesai.
Versi Alpha Test ini juga baru tersedia dalam bahasa Inggris. TiMi belum memastikan apakah bahasa Indonesia bakal tersedia ketika Honor of Kings: World diluncurkan secara global.
Spesifikasi PC yang dibutuhkan pun lumayan berat. Kami perlu menyediakan ruang penyimpanan kosong sebesar 100 GB. Untuk spesifikasi rekomendasinya, TiMi menyarankan RAM 24 GB dan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 2070 Super.
Berikut ini detail spesifikasi yang direkomendasikan buat main Honor of Kings: World untuk desktop dan laptop:
Spek untuk desktop:
- OS: Windows 10 64-bit versi 22H2 ke atas
- Prosesor: Intel Core i5-9600 (minimum), Intel Core i5-12490F (rekomendasi 2K), Intel Core i7-13700F (4K)
- RAM: 16 GB (minimum), 24 GB (rekomendasi 2K), 32 GB (4K)
- GPU: GTX 1060 5 GB (minimum), RTX 2070 Super 8 GB (rekomendasi 2K), RTX 4070 Super 12 GB (4K)
- Storage: 110 GB
Spek untuk laptop:
- OS: Windows 10 64-bit versi 22H2 ke atas
- Prosesor: Intel Core i7-9750H (minimum), Intel Core i7-12700H (rekomendasi 2K), Intel Core i7-12900HX (4K)
- RAM: 16 GB (minimum), 24 GB (rekomendasi 2K), 32 GB (4K)
- GPU: GTX 1660 Ti 5 GB (minimum), RTX 4060 Laptop GPU 8 GB (rekomendasi 2K), RTX 4090 Laptop GPU 16 GB (4K)
- Storage: 110 GB
Kemudian soal monetisasi, Honor of Kings: World akan dirilis sebagai game free-to-play, tapi belum diketahui apakah karakter dan senjatanya menggunakan sistem gacha, atau ada skema lain yang disiapkan nantinya.
Ada pula sistem Metamorphosis yang memungkinkan pemain mengubah penampilan karakter menjadi tokoh lain tanpa memberikan tambahan statistik. Selama Alpha Test, item berbayarnya juga belum dapat dibeli dan belum punya harga.
Kapan Honor of Kings: World dirilis?
TiMi Studio Group belum mengumumkan tanggal peluncuran Honor of Kings: World. Situs resminya baru membuka pendaftaran bagi pemain yang ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai game tersebut.
Di China sendiri, game ini sudah rilis lebih dulu pada 10 April 2026 untuk versi PC, kemudian iOS dan Android pada 17 April 2026.
Ketika resmi dirilis nanti, Honor of Kings: World akan tersedia di PC, iOS, dan Android. Game ini juga mendukung cross-platform antara PC dan perangkat mobile.
Untuk ukuran Alpha Test, pondasi Honor of Kings: World sudah menarik. Dunianya enak dipandang dan sistem pertarungannya menjadi bagian paling menonjol, terutama berkat mekanisme pergantian Flow Style, parry, dan perfect dodge.
Saran kami, TiMi perlu memastikan dunia luasnya tak cepat terasa repetitif, aktivitas sampingannya punya fungsi yang jelas, serta optimalisasinya tetap ramah buat perangkat mobile.
FAQ Artikel
Game apa itu Honor of Kings: World?
Honor of Kings: World adalah game multiplayer action RPG open-world dengan latar fantasi oriental yang dikembangkan oleh TiMi Studio Group.
Di platform apa saja game Honor of Kings: World akan tersedia?
Ketika resmi dirilis nanti, game ini akan tersedia di PC, iOS, dan Android, serta mendukung fitur lintas platform (cross-platform).
Berapa spesifikasi PC yang direkomendasikan untuk versi Alpha Test?
TiMi Studio Group menyarankan spesifikasi PC dengan RAM 24 GB, kartu grafis Nvidia GeForce RTX 2070 Super, dan ruang penyimpanan kosong sebesar 100 GB.
Bagaimana sistem pertarungan atau combat di game ini?
Game ini menggunakan sistem combat yang disebut Flow Styles, di mana pemain dapat memilih dua class berbeda dan berganti gaya bertarung saat bertempur, didukung dengan mekanik parry dan perfect dodge.