Gak Cuma PP Tunas, Ini Alasan ‘Ngeri’ Komdigi Matikan Chat di Roblox

By Vina Insyani
Gak Cuma PP Tunas, Ini Alasan ‘Ngeri’ Komdigi Matikan Chat di Roblox

Uzone.id — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap sebuah temuan yang serius terkait upaya rekrutmen anak-anak oleh kelompok radikal melalui game anak berupa Roblox.

Sepanjang 2025 kemarin, BNPT melaporkan bahwa mereka berhasil menghentikan perekrutan kelompok bersenjata terhadap 112 anak di Indonesia yang dilakukan melalui platform game online seperti Roblox.

Temuan ini pun menjadi salah satu alasan kuat di balik dukungan penuh BNPT terhadap penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) yang membatasi bahkan menghilangkan salah satu fitur penting yaitu chat di platform tersebut.

Pasalnya, fitur komunikasi di Roblox dianggap menjadi celah bagi para pelaku untuk menyebarkan propaganda hingga ajakan bagi anak-anak untuk melakukan tindakan ekstrim.




“Hasil pemeriksaan tersangka oleh Densus 88 Polri, dapat diketahui bahwa memang fitur voice chat ini sangat diminati atau sangat urgent dipakai oleh jaringan terorisme untuk melakukan 3 hal, yaitu propaganda kemudian recruitment sama pendanaan teror. Tapi kalau khusus begian anak ini khususnya kepada recruitment,” kata Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono.

Eddy juga menyampaikan bahwa pihaknya melakukan monitoring konten yang mengandung IRT (Intoleransi, Radikal dan Terorisme) bersama Komdigi hingga melakukan edukasi bagi anak-anak di semua tingkatan sekolah.



Ia menyebut adanya PP Tunas ini menjadi salah satu pencegahan agar hal-hal ini tidak kembali terjadi. Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid juga menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital menjadi prioritas pemerintah.

“Oleh karena itu, kami meminta tegas kepada platform digital dan game global seperti Roblox untuk segera menyesuaikan fiturnya, terutama dengan membatasi interaksi anak dengan pihak yang tidak dikenal,” tegas Meutya Hafid.

Dihapusnya fitur Chat di Roblox

Melalui PP Tunas, Roblox sepakat untuk mengikuti aturan di Indonesia dengan melakukan pembatasan pada akun-akun di bawah usia 16 tahun.

Roblox akan melakukan batasan komunikasi secara ketat di dalam platform melalui kategori khusus yaitu Roblox Kids dan Roblox Select yang akan dirilis dalam waktu dekat.




Pengguna anak yang masuk dalam kategori Kids maupun Select akan mengalami pembatasan akses, termasuk pembatasan komunikasi.

Untuk kategori Kids misalnya, anak-anak sama sekali tidak diperbolehkan untuk berkomunikasi, fitur chat pun akan dihilangkan di akun ini. Sementara untuk kategori Select, komunikasi akan sangat dibatasi yaitu hanya dengan sesama pengguna yang dikenal saja.

Tidak hanya menghilangkan fitur Chat, akun anak-anak juga akan dibedakan dalam hal konten dimana konten di dalamnya akan disesuaikan dengan usia anak-anak. 

Ada juga screen time di Roblox sehingga akun pengguna yang masih di bawah usia legal akan diatur oleh orang tua sehingga orang tua juga sudah bisa mulai mengatur waktu atau jam bagi anak-anak ketika memainkan games termasuk Roblox.

Saat ini, Roblox sudah mulai melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh usernya. Age verification ini diwajibkan untuk semua pengguna dan jika tidak melakukannya, maka fitur chat akan langsung dimatikan.