Gamer Pria Doyan MLBB, Wanita Main Candy Crush Buat Lepas Stres

By Muhammad Faisal Hadi Putra
Gamer Pria Doyan MLBB, Wanita Main Candy Crush Buat Lepas Stres
Ilustrasi foto: Gemini

Uzone.id - Ternyata, saat kebanyakan gamer pria seru-seruan main Mobile Legends, gamer wanita justru lebih memilih main game santai seperti Candy Crush Saga. Ini fakta lho, setidaknya berdasarkan survei bertajuk ‘Indonesia Gaming Behavior 2025’ yang dirilis oleh aplikasi survei online, Jakpat. 

Survei yang melibatkan 1.203 responden ini mengungkap perbedaan kebiasaan main game antara pengguna pria dan wanita di Indonesia. 

Perbedaan paling kentara terlihat dari pilihan genre-nya. Rupanya, 55 persen pria di Indonesia senang main game MOBA atau multiplayer online battle arena. Beda 180 derajat, kaum Hawa kurang suka game-game kompetitif, karena 69 persen dari mereka lebih enjoy main game puzzle.




Itulah kenapa, pemain Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) masih didominasi oleh para pria. Game ini dimainkan oleh 52 persen responden, yang mana 65 persen di antaranya adalah gamer pria. Sisanya, atau 34 persen pemainnya adalah wanita.


Sebaliknya, Candy Crush Saga yang dimainkan oleh 30 persen responden, jadi primadona di kalangan wanita. Total, ada 47 persen responden wanita yang main game ini, sementara pria hanya 18 persen saja.

Di posisi ketiga, ada game Roblox yang dipilih 28 persen responden dan memiliki proporsi pemain yang lebih seimbang. Kemudian ada PUBG Mobile (27 persen), Free Fire (23 persen), Minecraft (17 persen), dan game lainnya (25 persen).

Pria lebih suka main di PC dan konsol

Perbedaan lainnya adalah perangkat yang digunakan. Smartphone atau tablet memang menjadi perangkat yang paling sering dipakai gamer Indonesia untuk main game, totalnya mencapai 96 persen. Tapi, kaum Adam tercatat jauh lebih banyak bermain di PC dan konsol.


Jakpat menunjukkan bahwa 32 persen pria main di PC, dibanding wanita yang hanya 21 persen. Perbedaan lebih jauh terlihat pada pemakaian konsol, yang dimainkan 21 persen pria dan hanya 8 persen wanita. 

"Pria cenderung lebih terbuka pada platform yang membutuhkan komitmen lebih besar, baik dari sisi perangkat keras, waktu bermain, maupun tingkat kesulitan permainan,” ujar Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead di Jakpat.


Soal ‘bakar duit’ pun, gamer pria lebih rela membeli item terkait game dibanding wanita. Jakpat menyebut, ada tiga dari 5 gamer di Indonesia yang mengaku pernah membeli item di dalam game. 

Di sini, pria kembali lebih unggul. Sebanyak 57 persen pria melakukan pembelian dalam aplikasi atau in-app purchase, sementara wanita 47 persen.



Wanita main game buat melepas stres

Perbedaan menarik juga terlihat saat ada game yang berkolaborasi brand. Sebanyak 56 persen gamer pria mengaku tergiur skin atau item digital eksklusif, sedikit di atas wanita di angka 48 persen. Sebaliknya, gamer wanita menunjukkan ketertarikan yang jauh lebih tinggi pada kolaborasi bertema makanan, yakni 42 persen, dibanding pria yang hanya 24 persen.


Di sisi lain, ternyata kebanyakan wanita bermain game untuk sekadar melepas stres, total ada 65 persen responden dibanding pria yang ‘cuma’ 57 persen. Meski, kebanyakan responden bermain game sekadar untuk menghabiskan waktu dan hiburan saja. 


Perbedaan bahkan terjadi pada kebiasaan menonton konten game. Sebanyak 62 persen wanita menonton untuk hiburan, sementara 57 persen pria menonton untuk mempelajari tips dan strategi.