Kembali ke Uzone News Portal

icon-category Games

Waspada, Ancaman 'Predator' Game Online Intai Anak-Anak

  • 07 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Sigmund @sigmund/Unsplash

    Uzone.id - Main game online sudah jadi kegemaran anak-anak di seluruh dunia, apalagi sekarang akses anak ke game-game online sangat mudah karena sudah sangat akrab dengan teknologi dan gadget.

    Tapi, walaupun teknologi dan keamanan digital sudah makin canggih, bahaya dari ancaman online masih tetap menghantui. Seorang peretas disebut telah menerbitkan dokumen internal Roblox ketika memoderasi konten.

    Dalam dokumen tersebut, ditemukan informasi soal penargetan anak-anak oleh predator di platform dan bagaimana platform tersebut dimanfaatkan untuk upaya child grooming. Roblox sendiri dalam sebuah platform game yang paling populer di kalangan anak-anak di seluruh dunia.

    Genre game semacam itu hampir tidak terbatas dan jumlah pengguna aktif harian mencapai 50 juta pada akhir tahun 2021, yang sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah.

    Masalah lain yang ditemukan adalah meskipun sistem Roblox memindai 100 persen laporan penyalahgunaan yang dikirimkan, hanya sekitar 10 persen yang dapat ditindaklanjuti. Ini menunjukkan bahwa bahkan pada platform game, di mana konten dimoderasi, tetap terdapat sejumlah besar risiko bagi anak-anak.

    Baca juga: Update Baru Windows 11, Bisa Main Game Android Pakai Joystick

    “Di dunia game para pengguna juga berpotensi bertemu dengan penipu online, yang bisa menjadi anggota dari permainan yang dipilih atau bahkan menjadi penulisnya. Ancaman dari mereka bisa datang baik di dalam dunia game - mereka sering menunjukkan agresi, penipuan atau intimidasi,” tulis peneliti keamanan Kaspersky, Andrey Sidenko.

    Andrey memberikan contoh ancaman di game seperti Roblox yang sering terjadi pada penggunanya. Game Roblox ini tak jarang digunakan untuk membuat sumber daya phishing untuk mencuri login dan kata sandi dari akun dan selanjutnya menarik dana dari para korban.

    Modus lainnya adalah dengan kedok mata uang dalam game (Robux) pengguna dapat ditawari untuk mendaftar dengan nama asli atau membayar untuk " no-lose lottery".

    “Dan itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain kerugian materi,” tambahnya.

    Nah, untuk melindungi diri dan anak-anak saat bermain di platform game online, berikut adalah beberapa aturan untuk melindungi data-data kalian dari bahaya di ruang digital.

    Pertama, jangan bagikan nama asli kalian, tempat tinggal, sekolah, atau informasi pribadi lainnya yang dapat membantu penyerang mengidentifikasi kalian di dunia nyata;

    Kedua, cukup mengobrol dengan pengguna yang kalian kenal secara pribadi dan jangan mengobrol dengan orang asing di Roblox atau di mana platform game manapun.

    Ketiga, gunakan kata sandi yang rumit dan unik dan selalu akhiri sesi di akhir permainan, terutama jika kalian memilih untuk terhubung dari perangkat yang tidak dikenal. Jangan lupa untuk menggunakan otentikasi dua faktor.

    Baca juga: 20 Game PC Terbaik di Steam Tahun 2022

    Keempat, Roblox menggunakan sistem pemantauan konten internal dan jika kalian menemukan iklan yang tidak diinginkan, kecurangan online, berbagai jenis pelecehan atau agresi terhadap kalian atau pengguna lain, cepat-cepat laporkan ke moderator.

    Kelima, evaluasi secara kritis informasi yang kalian temui di dunia game. Pelaku dapat menggunakan berbagai teknik, termasuk rekayasa sosial. 

    Misalnya, mereka mungkin menawarkan kalian hadiah dalam bentuk mata uang dalam game (Robux) untuk mendapatkan informasi pribadi. Jika seseorang menawarkan ini kepada kalian, kemungkinan besar ini adalah penipuan yang memiliki "kepentingan sendiri".

    Keenam, Gunakan solusi antivirus dan program kontrol orang tua untuk memastikan anak Anda dapat menggunakan Internet dengan aman.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini