Awas! Malware Berbahaya ‘Tsundere’ Menyusup Jadi Game Valorant
Uzone.id — Tim Riset dan
Analisis Global Kaspersky (GReAT) kembali menemukan ancaman siber baru yang
mulai menyebar cepat sejak Juli 2025. Ancaman ini datang dalam bentuk botnet
Tsundere, sebuah malware yang disamarkan sebagai installer palsu untuk game
populer seperti Valorant, CS2, dan R6x, serta beberapa software lain.
Para penyerang memanfaatkan file bernama MSI yang sekilas seperti pengaturan game, sehingga banyak pengguna Windows tidak curiga saat menginstalnya. Alhasil, para pengguna Windows pun menjadi sasaran empuk dari malware jahat ini.
Menurut Kaspersky, botnet ini sudah terdeteksi di beberapa
negara, termasuk Meksiko, Chili, Rusia, dan Kazakhstan, dan saat ini tergolong
ancaman aktif sehingga kemungkinan menyebar ke negara lain tetap terbuka lebar.
Hasil analisis Kaspersky menunjukkan bahwa pelaku di balik
Tsundere kemungkinan berbahasa Rusia. Ini terlihat dari penggunaan bahasa Rusia
di seluruh kode dan kesamaan dengan serangan yang sebelumnya dikaitkan dengan
aktor yang sama.
“Tsundere menunjukkan betapa cepatnya penjahat siber beradaptasi: ini merupakan upaya baru oleh aktor ancaman yang diduga teridentifikasi untuk merombak perangkat mereka,” kata Lisandro Ubiedo, pakar keamanan senior di Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky.
Ia melanjutkan, “Kami sudah melihat distribusi aktif melalui
penginstal game palsu dan tautan ke aktivitas berbahaya yang telah diamati
sebelumnya, sehingga pengembangan lebih lanjut oleh botnet ini sangat mungkin
terjadi.”
Yang membuat Tsundere semakin rumit adalah tekniknya yang
memanfaatkan kontrak pintar Web3 sehingga jauh lebih fleksibel dan sulit
dimatikan.
Setelah korban menjalankan installer palsu, implan akan
memasang bot yang mampu menjalankan kode JavaScript yang dikirim secara dinamis
melalui WebSocket terenkripsi dari server C2. Artinya, penyerang bisa
mengeksekusi perintah berbahaya kapan saja di perangkat korban.
Demi menghindari bahaya ini, Kaspersky memberikan sejumlah
rekomendasi agar pengguna tidak menjadi korban. Salah satunya adalah selalu
gunakan perangkat lunak berlisensi dan platform game resmi.
Pengguna internet juga diminta untuk selalu menginstal
solusi keamanan tepercaya dan ikuti peringatannya, jangan mengunduh file
executable dari sumber yang tidak jelas dan hindari email phishing yang meminta
Anda memasang aplikasi dari situs mencurigakan.